Senin, 02 April 2012

Thesis -- Partime -- Diet sehat (part 1)

we've only just begun - carpenters.. (i'm listening)


akhirnya, ditulis juga cerita ini, lama banget di-empet.


Tesis---Alhamdulillah, akhirnya..bulan lalu selesai sudah masa kerja praktek saya di semester 3 , ujian kasus putaran ketiga layaknya dagelan aja, seperti biasa, nggak ding, malah yang ini lebih lucu, saya sampe keringetan gara-gara kebanyakan ketawa di ruang ujian, ah...dosen dan mahasiswa yang aneh. Lupakan =D. Dan sampailah saya di masa tesis, dan......tesis saya belum sampe mana-mana, hehe, sebentar, mau hirup udara segar sejenak setelah menggila dgn kerja praktek dan laporannya. Jadi mari tinggalkan topik ini,

Partime---Berawal dari keinginan dekat dengan "keluarga" ini dengan tujuan meraup ilmu yang mereka punya, bahkan dulu jaman-jaman awal kenal (sekitar 2 tahun yang lalu) saya rela ga dibayar buat jadi asisten mereka, dan saya sampe bilang begitu adanya ke mereka, tapi karena padatnya jadwal kuliah, saya mengurungkan niat untuk bekerja dengan mereka, hanya interaksi bisnis dan konsultasi yang membuat kami dekat. Sekarang, setelah agak menganggur (sebenerya malah nggak, memaksa menganggur tepatnya) dan kebetulan asisten mereka dua-duanya berhenti karena menikah dan mondok. Jadilah sekarang saya menempati posisi tersebut. Apa yang saya kerjakan? apa aja =D, jaga kantor, asisten klinik, bikin obat, translating, apapun. Dan setiap pekerjaan yang saya kerjakan pasti ada hal baru, buat saya nikmat betul apapun yang saya pelajari disini. Tentang hidup, kebermanfaatan, kesehatan, keluarga, anak, penyakit, pasien, herbal, apapun, bahkan sampai urusan poligami (waduw), hampir semua yang saya ingin pelajari saya dapat disini, hampir. Keluarga ini mengubah cara pandang saya mengenai hidup, dari awal saya bertemu mereka sampai sekarang, semoga sampai nanti.

Saya masih ingat, dulu saat saya di"berhentikan" dari kelas pengobatan, mbrebes mili, lemes dan ga enak banget rasanya, tapi itu terbayar sekarang, meski secara tidak resmi dalam kelas tapi ilmu itu bisa saya dapatkan kembali, itu kan salah satu yang penting dari pembelajaran, dari ga bisa menjadi bisa, dari ga tau menjadi tau, alhamdulillah. Belajar tentang bisnis rumahan, meski sudah merintis sejak S1 tapi selalu banyak hal yang harus saya pelajari, dan di sini adalah tempat kerja yang tepat buat saya untuk saat ini, bener2 rumahan sampai bagian produksi juga bisa saya tengok setiap hari.

Terkadang saya mendampingi pasien yang datang, dengan alasan Tabibnya butuh translator, latarbelakang berasal dari Denmark meski sudah lama tinggal di indonesia but he still need me to communicate with his patient. Meracik obat, mulai dari bahan yang biasa saya temui di dapur rumah sampai baru pertama kali itu denger nama dan pegang tanamannya. Oh begini tho caranya, hemm kalau saya ambil kelas pengobatan cina di luar mungkin saya baru dapet pelajaran meracik obat di semester2 tengah (sok tau), tapi di sini apapun yang dibutuhkan pasien saya harus bantu siapkan. And i love it. Sedari dulu, saat pertama kali saya mengenal bekam dan berlangganan menjadi pasien bekam semasa S1, mulai dari situ saya memperhatikan kesehatan dan merubah gaya hidup obat dokter beralih ke yang lebih alami, kimia alami (hey for you all, it's important to do like this one, change your way of medicine). Mulai transfer kebiasaan itu ke keluarga di rumah sampai teman-teman kampus (jagoan deh kalo suruh koar-koar kayak begini) sampai akhirnya saya jualan obat-obatnya (pengen tau rasanya jualan), jadi di-kenal-lah saya di kampus sebagai pengedar obat-obatan. Nice, thanks guys (-.-)"

Improving my english, mau ga mau dan kenapa mesti ga mau, saya berkomunikasi dengan bahasa inggris di rumah ini, sang istri yang notabene orang jawa dan lama tinggal di Manado, terbiasa berbahasa inggris, jadi kalaupun menerangkan sesuatu ke saya seringkali dia lupa apa bahasa indonesianya, jadi begitulah. Empat orang anaknya, bikin saya ketawa kalau denger mereka bicara bahasa indonesia, ibunya aja ketawa masa saya ga ikutan ketawa, kayak kompeni-kompeni di pilm si pitung, better deh buat mereka pake bahasanya mereka.

Diet sehat--- honestly, the reason that make me write this note is because of this one =D, just want to share some delicious pictures, tell you all that i'm more healthier, and i'm happy because it's free for me..........=P

Ya, semenjak partime disini hampir sebulan yang lalu, luch dan dinner jam 16.30an saya ngikut mereka. Menu-menu yang baru saya tau ternyata "bisa ya yang beginian dimakan, hehe", 90% menu mereka setiap hari adalah raw food. Setiap waktunya makan, saya sempetin ambil gambarnya dulu, biar deh belaga udik.


 (kiri)--1/2 Raw sushi, semua bahan mentah kecuali baba ganoush yang jadi pengganti nasi di dalamnya, no animal products, all are vegetables adn fruits.(kanan)--Living carrot and onion banji. 1/2 raw juga, onion banjinya digoreng, itupun pake myk kelapa, katanya lebih sehat (dan lebih mahaaal, itu kata saya dalam hati)


 (kiri)--pita bread and fetacheese dressing.Pertama kali makan ini, udah minta ampun sm Allah, enak bangeeet! Perkenalkan keju mahal ada di piring saya =D. (kanan) 1/2 raw spagheti, sayuran2nya dimasak setengah matang, full oregano, rosemarry, dan sejenisnya.

(kiri)--Aih..apa ya namanya, saya lupa. Yang pasti saus putihnya itu olahan kacang mente, dan yang unik, itu di atasnya ada keju kacang mente (mereka bikin sendiri), saya juga bisaaaa =D, tunggu gajian buat beli mente dan probiotiknya. (kanan) raw banana ice cream, beda ya sama banana icecream buatan saya, secara teknis dan bahan sama, cuma alat juicernya yang beda, yang ini juicernya 2 juta-an (-.-)". Ntar kalo saya kawinan minta dikado juicer ini deh =P


 (kiri)--pita bread and baba ganoush, udah nyoba di rumah, hasilnya ga ada yang mau makan, haha. Saya bandingin sama yang saya makan di tempat partime, beda dikit, aaah ternyata saya lupa sangrai kacang wijennya =D. Pesan si pembuat resep "practice makes perfect". (kanan) DAL (Brazil punya kayaknya), namanya aneh ya, se-aneh rasanya saat pertama kali saya makan, udah ga kuat aja tuh makannya, bukan karena kenyang tapi karena entah saya bisa melanjutkan mengunyah atau tidak. Tapi sekarang, saya nunggu2 banget menu ini (ada apa dengan otak saya?!), rasanya jadi enak, bahkan seminggu setelah pertama kali saya makan menu ini, saya rindu mendadak  pengen makan ini. Yang harus saya dekati setelah makan DAL ini adalah kipas angin, whoooah bikin keringetan, jadi habis makan langsung ngadem, rempahnya ampuun, kata si empunya menu emang begitu efeknya, detoks perut.

Ini bukan menu terakhir, tapi foto terakhir, ntar kapan2 saya upload lagi dah. (kiri)--fruit smoothie, ini menu tetap mereka selama bertahun-tahun untuk sarapan. Pertanyaan saya cuma satu, apa ga bosen bu? "Nggak lah galuh, kan ganti2 buahnya, sesuai musim yang ada ya kita pake buahnya". Pertama kali makan menu ini, 2 tahun yang lalu mungkin, pas di rumah mereka yang lama. Intinya ENAK. Taburan gandum utuh (lebih sehat ketimbang gandum2 yang ga utuh) dan campuran kacang-kacang yang di grounded (mente, kenari). Ohya, menu ini sangat baik buat buka puasa, cepat diserap tubuh dan nutrisinya langsung terproses.

Ini baru foto-fotonya, kapan-kapan saya bagi resepnya dah, dan memperkenalkan alat-alat masak mereka yang buat saya waaaah,,,yang mahal, mahal banget, yang murah bikin saya ga nyangka ternyata alat itu murah =).

See u, insyaAllah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pagar Diri

Ternyata salah satu yang membebani pundak psikis saya itu adalah saya nggak ndang membenahi blog saya yang saya tinggalkan beberapa tahun ke...